BATURAJA, OKU — Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Siti Inshofiah, S.Pd.I., dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melaksanakan Reses Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2026 di Desa Baturaden, Batumarta Unit II, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Kegiatan reses berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, di sejumlah titik wilayah Desa Baturaden dan sekitarnya, sebagai bagian dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat dan menyerap berbagai aspirasi pembangunan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Kepala Desa Baturaden Firdaus Ameng, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala dusun, perwakilan kelompok masyarakat, serta warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah. Aspirasi yang mengemuka meliputi perbaikan dan pelebaran jalan, kebutuhan air untuk pertanian, pengadaan sarana kegiatan masyarakat, dukungan terhadap majelis taklim, hingga pengembangan UMKM sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga.
Kepala Desa Baturaden Firdaus Ameng menyampaikan apresiasi atas kehadiran Siti Inshofiah di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD di desa merupakan kesempatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat dari daerah pemilihannya. “Sebagai warga Desa Baturaden, kita harus bangga dengan adanya anggota DPRD di desa kita. Penting bagi kita memiliki anggota DPRD yang dapat membantu pembangunan di desa. Selama ini kita tidak ada anggota DPRD, sekarang sudah ada. Mari kita dukung program Bu Iin dan semangat beliau demi memajukan Desa Baturaden,” ujar Firdaus.
Salah satu aspirasi disampaikan Oktul Ismaya Jati, Kepala Dusun I Wana Tirta, yang mewakili warga RT 01, RT 02 dan RT 03. Ia mengusulkan perbaikan sekaligus pelebaran badan jalan, khususnya ruas jalan dari depan klinik menuju SMA. Menurut Oktul, kondisi jalan menjadi semakin padat sekitar pukul 07.00 WIB hingga lewat pukul 07.30 WIB ketika aktivitas sekolah berlangsung. “Kami yang ingin menuju pasar atau mengantarkan anak ke SD dan MI menjadi kesulitan. Kami berharap badan jalan yang rusak diperbaiki dan kalau memungkinkan di-hotmix kembali. Sudah cukup lama jalan ini tidak mendapatkan perawatan,” ungkapnya. Ia juga menyebut kondisi jalan yang sempit beberapa kali menyebabkan kecelakaan kecil.
Aspirasi lainnya disampaikan Nurwatini, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Batumarta I, yang mengusulkan pembangunan sumur bor di wilayah RT setempat. Usulan tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan air bagi kegiatan pertanian masyarakat, terutama saat musim kemarau dan terjadi kekeringan. Sementara itu, Kepala Dusun Karjok dari wilayah Wana Tirta Blok KL Batumarta II mengusulkan pengadaan dua buah tenda untuk mendukung kegiatan masyarakat serta perbaikan jalan penghubung Baturaden. Dalam kesempatan tersebut, Karjok juga menyerahkan proposal usulan secara langsung kepada Siti Inshofiah untuk ditindaklanjuti.
Aspirasi juga disampaikan Majelis Taklim Kecamatan Lubuk Raja yang mengusulkan bantuan seragam bagi sekitar 60 anggota serta dukungan kendaraan untuk menunjang kegiatan. “Kami memiliki sekitar 60 anggota majelis taklim dan berharap dapat memiliki seragam. Selama ini kami belum memiliki seragam. Kami berharap Ibu Siti Inshofiah dapat membantu mewujudkannya,” ujar perwakilan majelis taklim. Selain itu, Iswatun Natiah, perwakilan masyarakat Batumarta Unit I, berharap adanya dukungan terhadap pengembangan usaha terbangan dan UMKM sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Siti Inshofiah mengatakan seluruh usulan masyarakat akan ditampung, dicatat, dan disampaikan melalui mekanisme pembahasan di DPRD OKU. “Untuk masalah sumur bor akan kami sampaikan pada saat rapat fraksi. Semua yang bapak dan ibu sampaikan akan saya tampung, kemudian akan kami sampaikan dalam rapat fraksi,” tutur Siti.
Terkait usulan seragam majelis taklim, ia mengatakan akan berupaya membantu sesuai kemampuan. “Kalau masalah seragam majelis taklim, nanti kalau ada rezeki sedikit demi sedikit akan saya sisihkan, tetapi saya tidak bisa berjanji,” ujarnya.
Siti Inshofiah menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana penting untuk membangun komunikasi langsung antara anggota DPRD dan masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan nyata di daerah pemilihan. Ia berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada forum reses, tetapi dapat diperjuangkan sesuai kewenangan, skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Di akhir kegiatan, acara dilanjutkan dengan foto bersama Siti Inshofiah, Kepala Desa Baturaden, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat yang hadir. Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, Siti Inshofiah juga memberikan bingkisan sebagai cendera mata kepada warga yang hadir untuk dibawa pulang.
Redaksi: teratainews (HUSIN)