Galang Sinergi Lintas Sektor, DPPKB OKU Gelar Advokasi Bangga Kencana dan Sosialisasi Gerakan Genting 2026 -->

Galang Sinergi Lintas Sektor, DPPKB OKU Gelar Advokasi Bangga Kencana dan Sosialisasi Gerakan Genting 2026

20 Oktober 2026

BATURAJA — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) secara resmi menggelar Kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana bersama jajaran pemangku kepentingan (stakeholder) dan mitra kerja daerah. 

Kegiatan strategis yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kabupaten OKU Tahun 2026 ini dipusatkan di Aula Hotel Grand Kemuning, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, pada Selasa (20/10/2026).
Langkah proaktif ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen nyata Pemkab OKU dalam mengakselerasi penurunan angka stunting secara terpadu, holistik, dan berkelanjutan. Pelaksanaan agenda tersebut merujuk secara legal pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta Keputusan Kepala Perwakilan BKKBN Nomor 158/KEP/G4/2026 mengenai Panduan Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di tingkat Kabupaten/Kota.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Alva Elan, S.S.T., M.PSDA., yang hadir mewakili Bupati OKU, didampingi Kepala DPPKB OKU, Buharnudin Lubis, S.T. Turut hadir perwakilan Dinas Ketahanan Pangan OKU, M. Dorojatun, serta perwakilan PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC), Ramadhani, dari bidang Corporate Social Responsibility (CSR), bersama mitra organisasi kemasyarakatan dan jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Oktaria Rosalina, S.IP., M.Si., selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4) DPPKB OKU, turut berperan dalam pelaksanaan sosialisasi.


Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, sehingga pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan aktif dari dunia usaha dan masyarakat.

Dalam laporan pelaksanaannya, Kepala DPPKB OKU Buharnudin Lubis, S.T., memaparkan bahwa sosialisasi ini bertujuan utama untuk menggalang pemahaman menyeluruh, menumbuhkan kepedulian bersama, serta menyusun mekanisme kerja Gerakan Genting di OKU. Forum ini diisi dengan penyampaian materi kunci, meliputi arah kebijakan percepatan penurunan stunting, konsep operasional orang tua asuh, hingga evaluasi koordinasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten OKU.
Buharnudin Lubis menegaskan bahwa Gerakan Genting dibangun atas asas gotong royong dan kesukarelaan lintas sektor, mencakup instansi pemerintah, BUMN, perbankan, hingga dunia usaha. Ia menambahkan, agenda sosialisasi ini merupakan pijakan awal atau tahap pertama dari rangkaian program panjang, di mana evaluasi dan pemantauan berkala akan diselenggarakan setiap tiga bulan sekali hingga target jangka panjang tercapai pada tahun 2027.
Mewakili Bupati OKU, Sekda OKU Alva Elan, S.S.T., M.PSDA., dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan, tumbuh kembang, dan tingkat produktivitas anak di masa depan. Ia menyampaikan bahwa arah pembangunan Ogan Komering Ulu tidak sekadar berfokus pada infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus menitikberatkan pada investasi sumber daya manusia sejak dini.

Lebih lanjut, Alva Elan menggarisbawahi bahwa Genting bukan sekadar aksi karitatif atau pemberian bantuan sesaat, melainkan sebuah gerakan edukasi dan pendampingan terencana agar keluarga sasaran dapat mandiri. Melalui orang tua asuh, dukungan yang disalurkan mencakup pemenuhan gizi seimbang, sanitasi layak, edukasi pola asuh, serta pemanfaatan layanan posyandu dan fasilitas kesehatan secara disiplin bagi ibu hamil maupun balita.
Membuka acara secara resmi dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim, Sekda OKU menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera menyusun rencana aksi nyata, mengidentifikasi data keluarga berisiko, dan memperkuat jejaring kemitraan di wilayah masing-masing. Suasana pembukaan kegiatan yang penuh kehangatan tersebut ditutup secara manis oleh Alva Elan melalui sebuah pantun ajakan: "Dari Baturaja menuju Palembang, singgah sebentar membeli duku. Mari bersama-sama cegah stunting, demi generasi emas di masa depan."