BATURAJA, OKU — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Lekis Rejo, Ranting Lubuk Raja, Cabang OKU Pusat Madiun, menggelar kegiatan long march yang diikuti para siswa, pelatih, dan warga PSHT, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Desa Lekis Rejo, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat persaudaraan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan dan persiapan tes kenaikan tingkat siswa dari sabuk polos menuju sabuk jambon. Sebelum keberangkatan, para peserta mengikuti pembukaan yang dilaksanakan secara sederhana. Ketua Ranting Lubuk Raja yang diwakili Ketua Rayon Lekis Rejo memberikan arahan agar seluruh siswa mengikuti long march dengan disiplin, tertib, menjaga kekompakan, serta bertanggung jawab selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Turut hadir Kepala Desa Lekis Rejo, Sularno, yang juga merupakan warga PSHT. Dalam kesempatan tersebut, Sularno memberikan apresiasi kepada para pelatih yang selama ini secara konsisten dan penuh semangat membimbing para siswa dalam menjalani latihan. Ia berharap pembinaan PSHT di Desa Lekis Rejo terus berkembang dan mampu memberikan nilai positif bagi para generasi muda maupun masyarakat sekitar.
Sularno juga menyampaikan pesan kepada seluruh warga PSHT Rayon Lekis Rejo agar tetap menjaga persaudaraan serta terus mengembangkan ajaran Setia Hati Terate dengan mengedepankan sikap yang baik di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi di lingkungan desa diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembinaan fisik dan mental, tetapi juga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Selama kegiatan berlangsung, Sularno turut mendampingi peserta dengan berjalan bersama rombongan sepanjang rute long march. Dalam perjalanan tersebut, rombongan menyempatkan diri mendatangi rumah salah seorang warga Desa Lekis Rejo yang sedang berduka karena anggota keluarganya meninggal dunia.
Kehadiran rombongan menjadi bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang tengah mengalami musibah.Tidak hanya berkunjung, para peserta dan warga PSHT yang mengikuti kegiatan secara sukarela mengumpulkan dana untuk membantu keluarga yang sedang berduka.
Sumbangan yang terkumpul kemudian diserahkan kepada pihak keluarga melalui Kepala Desa Lekis Rejo, Sularno. Setelah penyerahan bantuan, Sularno tetap berada di rumah duka untuk memberikan penghormatan, sedangkan rombongan PSHT melanjutkan perjalanan menuju titik akhir long march.
Setibanya di Kantor Desa Lekis Rejo, Pelatih Ranting PSHT, Arloji, menyampaikan makna yang terkandung dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan long march menggambarkan kehidupan yang tidak selalu mudah karena terdapat berbagai rintangan dan kesulitan. Para siswa diajarkan untuk tetap kuat, sabar, disiplin, dan tidak mudah menyerah hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
“Long march melambangkan perjalanan yang penuh rintangan, terjal, namun kita harus tetap melangkah hingga garis finis. Ini adalah gambaran perjuangan seorang ibu yang berjuang demi anaknya, menempuh segala jalan meski penuh kesulitan, semata-mata agar buah hatinya bahagia. Maka, kita semua wajib berbakti kepada orang tua, terutama ibu, serta mengamalkan Tiga Bhakti sesuai ajaran PSHT,” pesan Arloji.
Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan, membentuk kedisiplinan siswa, serta menanamkan nilai bakti kepada orang tua dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.(Red)
(TERATAINEWS)