Libatkan 4.743 Personel dari 21 Negara, Latgabma Super Garuda Shield 2026 Resmi Berakhir -->

Libatkan 4.743 Personel dari 21 Negara, Latgabma Super Garuda Shield 2026 Resmi Berakhir

11 September 2026

BATURAJA — Rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 resmi berakhir pada Jumat (11/9/2026). Penutupan latihan militer multinasional ini ditandai dengan digelarnya agenda puncak bertajuk Sports and Cultural Day yang berlangsung meriah di Lapangan Mako Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.

Wakil Komandan (Wadan) Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto meninjau langsung seluruh jalannya kegiatan tersebut. Kehadiran Marsda TNI Bambang Gunarto di lokasi adalah untuk mewakili Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika yang bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Latgabma SGS 2026. Dalam kesempatan ini, Wadan Kodiklat TNI juga menjalankan perannya sebagai Wakil Direktur Latihan di Puslatpur Baturaja.

Penyelenggaraan Sports and Cultural Day difokuskan untuk meningkatkan Confidence Building Measures melalui ragam olahraga bersama dan permainan tradisional khas Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna membangun kedekatan emosional serta memupuk rasa saling percaya (trust) di antara para prajurit lintas negara. Pendekatan persuasif dan humanis seperti ini dinilai sangat efektif karena tidak dapat diperoleh hanya melalui skenario latihan tempur semata.
Sebagai tuan rumah, Indonesia juga memanfaatkan momen Cultural Day untuk mempromosikan kekayaan kearifan lokal, kesenian, tradisi, hingga kelezatan kuliner khas daerah kepada komunitas militer internasional. Di samping misi diplomasinya, kegiatan ini turut berfungsi sebagai sarana penyegaran (refreshing) fisik dan pikiran bagi seluruh personel TNI serta prajurit negara sahabat setelah menjalani jadwal latihan tempur yang padat dan menguras energi.

Rangkaian acara Culture & International Game diawali secara resmi melalui pembukaan dan sambutan hangat dari Komandan Puslatpur (Danpuslatpur). Setelah pembukaan, seluruh peserta diajak untuk mencairkan suasana dengan mengikuti Senam Tabola-Bale bersama. Keseruan berlanjut pada sesi Culture Booth Visit & Culinary Exchange (Look & Try), di mana para prajurit asing diberikan kesempatan langsung untuk melihat dan mencicipi aneka hidangan khas Nusantara.

Suasana kebersamaan di Lapangan Mako Puslatpur Baturaja semakin semarak dengan disuguhkannya ragam pertunjukan seni dan budaya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten OKU Timur bersama sanggar tari lokal menampilkan tarian tradisional yang memukau. Tak ketinggalan, atraksi seni jaranan, pertunjukan reog, hingga aksi dari anak-anak English Corner turut menyedot perhatian dan apresiasi dari para peserta internasional.
Keseruan acara berlanjut ke sesi Traditional Game Challenge yang mempertandingkan berbagai permainan rakyat Indonesia. Perwakilan prajurit dari pelbagai negara saling beradu ketangkasan dalam lomba bakiak, squad relay, balap karung, waterballoon, hingga egrang. Gelak tawa dan semangat sportivitas mewarnai jalannya perlombaan, sebelum akhirnya kemeriahan ditutup oleh pertunjukan musik gabungan (Joint Performance) dari Second Band serta sesi foto bersama.
Selepas berakhirnya seluruh agenda keakraban tersebut, Marsda TNI Bambang Gunarto secara resmi menutup gelaran Latgabma SGS 2026. Upacara penutupan berlangsung secara khidmat dan dilaksanakan secara serempak di dua lokasi utama, yaitu di Baturaja, Sumatera Selatan, dan di Bandung, Jawa Barat. Prosesi ini menandai berakhirnya seluruh tahapan latihan gabungan yang telah bergulir sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Secara keseluruhan, Latgabma Super Garuda Shield 2026 berhasil melibatkan sebanyak 4.743 personel militer yang berasal dari 21 negara. Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brazil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, New Zealand, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Latihan berskala besar ini dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, serta kemampuan operasi gabungan TNI bersama USINDOPACOM dan negara mitra.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, dilaksanakan prosesi penyematan brevet penghargaan secara bergantian antara prajurit Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia. Acara kemudian diakhiri dengan prosesi penukaran cenderamata antarkontingen negara peserta sebagai simbol rasa hormat, memperkuat kemitraan strategis, mendukung diplomasi pertahanan, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

(Husin)