BATURAJA — Kapolsek Lubuk Raja, Polres OKU, Iptu Hartomi, S.I.P., menjadi Inspektur Upacara (Irup) pengibaran bendera Merah Putih di SMA Negeri 2 OKU, Desa Baturaden, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (10/8/2026).
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut diikuti kurang lebih 848 peserta, terdiri dari Kepala SMAN 2 OKU Agus Sudiana, S.Pd., M.M., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Efriyanti, S.Pd., para guru dan staf, serta seluruh siswa-siswi SMAN 2 OKU.
Dalam kegiatan tersebut, Rafael Tristan Nugroho, siswa SMAN 2 OKU, bertindak sebagai komandan upacara.
Dalam amanatnya, Iptu Hartomi menekankan bahwa disiplin merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan para siswa agar menjauhi pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta judi online (judol) yang dinilai dapat membawa dampak serius terhadap masa depan, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Selain itu, Kapolsek Lubuk Raja juga mengimbau siswa untuk tidak terlibat dalam berbagai bentuk tindak pidana, termasuk perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
“Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi, menyebarkan informasi yang belum tentu benar, ataupun menggunakan media sosial untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” pesan Iptu Hartomi dalam amanatnya.
Ia juga menyoroti penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar. Para siswa diimbau untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah, khususnya kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, karena dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Di hadapan ratusan pelajar, Iptu Hartomi menegaskan bahwa masa sekolah merupakan fase penting untuk mempersiapkan masa depan. Karena itu, siswa diharapkan mengikuti proses belajar mengajar secara sungguh-sungguh dan menjadikan pendidikan sebagai pijakan utama meraih keberhasilan.
Menurutnya, semangat nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera, tetapi juga melalui perilaku nyata, seperti rajin belajar, menaati tata tertib, menghormati guru, menjaga persatuan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Tanamkan jiwa nasionalisme kepada tanah air Indonesia melalui sikap rajin belajar, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” tegasnya.
Memasuki musim kemarau, Kapolsek Lubuk Raja turut mengingatkan para siswa agar ikut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Para pelajar diminta menyampaikan pesan tersebut kepada orang tua dan keluarga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga potensi meluasnya kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan upacara bendera secara rutin setiap Senin di SMAN 2 OKU merupakan bagian dari kegiatan pembinaan bagi para pelajar. Kehadiran jajaran kepolisian sebagai pembina upacara juga menjadi sarana edukasi untuk memperkuat kesadaran hukum, kedisiplinan, nasionalisme, serta kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, bebas dari narkoba dan judi online, serta mampu menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sejumlah trofi prestasi siswa SMAN 2 OKU kepada Kapolsek Lubuk Raja.
Prestasi tersebut antara lain Juara I Piala Gubernur Marching Band Terfavorit, Juara Harapan I Drum Band tingkat SMA se-Sumatera Selatan, serta Juara III Luge/Marching Band tingkat SMA se-Sumatera Selatan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembentukan karakter melalui kedisiplinan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat dan prestasi siswa di bidang nonakademik.
(Husin)