BATURAJA, OKU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMAN 2 OKU di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Meski baru menjalani latihan intensif selama kurang lebih satu bulan, Tim Marching Band Gita Bahana Tanzania SMAN 2 OKU sukses meraih tiga prestasi dalam Lomba Marching Band/Drumband Piala Kemerdekaan Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Kompetisi yang digelar Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sumatera Selatan tersebut berlangsung pada 5 Agustus 2026 di arena OPI Mall Palembang. Sebanyak 24 tim drumband dan marching band dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Lomba tingkat provinsi itu dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan disaksikan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Herman Deru berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan tim-tim marching band dan drumband berkualitas sekaligus menggairahkan perkembangan olahraga dan seni musik marching band di Sumatera Selatan.
Tim yang berhasil menjadi juara juga direncanakan mendapat kesempatan tampil pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Griya Agung. Kompetisi berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat, terutama para pengunjung OPI Mall yang menyaksikan penampilan para peserta.
Dalam perlombaan tersebut, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bermusik, tetapi juga harus menunjukkan atraksi, koreografi, kostum, serta kekompakan tim. Sejumlah tim yang selama ini dikenal sebagai langganan juara turut ambil bagian, di antaranya SMAKN 6 Palembang, SMAN 1 Palembang, SMKN 2 Palembang, serta sejumlah sekolah unggulan lainnya. Tim-tim kuat dari OKI, Prabumulih, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Lubuk Linggau juga turut berkompetisi.
Meski harus berhadapan dengan tim-tim yang lebih berpengalaman, Marching Band Gita Bahana Tanzania SMAN 2 OKU mampu tampil solid dan penuh percaya diri. Mereka membawakan sejumlah lagu, di antaranya Halo-Halo Bandung, Manuk Dadali, Indonesia Tanah Airku, dan Kebyar-Kebyar, yang dipadukan dengan penampilan musik, atraksi, serta koreografi.
Hasilnya cukup membanggakan. Pada kategori Tim Terfavorit, Gita Bahana Tanzania berhasil meraih posisi tertinggi dengan dukungan sebesar 53 persen dan dinobatkan sebagai Juara 1 Tim Terfavorit.
Prestasi lainnya diraih pada kategori bergengsi Display. Tim Marching Band SMAN 2 OKU berhasil merebut Juara 3, di bawah SMKN 6 Palembang sebagai Juara 1 dan SMAN 2 Prabumulih sebagai Juara 2. Raihan tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan prestasi dibandingkan tahun sebelumnya karena Gita Bahana Tanzania mampu mengungguli sejumlah tim unggulan lainnya, seperti SMAN 21 Palembang, SMAN 1 Indralaya, dan SMAN 1 Gelumbang.
Keberhasilan tersebut semakin lengkap setelah SMAN 2 OKU kembali mencatatkan prestasi pada kategori Street Parade dengan meraih Juara Harapan 1. Tiga capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu latihan tidak menghalangi semangat dan kemampuan para siswa untuk bersaing di tingkat provinsi.
Prestasi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten OKU. Pasalnya, Tim Marching Band Gita Bahana Tanzania SMAN 2 OKU disebut sebagai tim sekolah pertama dari Kabupaten OKU yang tampil dalam genre marching band pada ajang tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Pembina Marching Band SMAN 2 OKU, Herawati, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara drumband dan marching band, terutama dari komposisi alat musik dan konsep penampilannya. Menurutnya, drumband lebih dominan menggunakan berbagai jenis alat perkusi serta menonjolkan gaya atraktif para pemain drum.
“Sementara marching band lebih menekankan aspek musikalisasi dengan penggunaan alat musik tiup atau brass, seperti terompet, mellophone, baritone, trombone, dan tuba,” jelas Herawati.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 OKU yang juga Sekretaris PDBI OKU, Agus Sudiana, mengaku sangat bangga atas capaian yang diraih anak didiknya. Menurutnya, tidak mudah bagi tim asal OKU untuk menggeser dominasi marching band dari sejumlah daerah yang selama ini dikenal memiliki tim kuat, seperti Palembang, Muara Enim, dan Prabumulih.
“Tak mudah menggeser dominasi marching band tim dari Palembang, Muara Enim, dan Prabumulih. Mereka mendapat dukungan materil dan moril dari BUMN yang beroperasi di lingkungan mereka. Bahkan seperti PT Pusri atau PT Bukit Asam, mereka sangat berkomitmen terhadap pengembangan drumband dan marching band di sekolah-sekolah sekitarnya,” ujar Agus.
Agus berharap ke depan Kabupaten OKU dapat memiliki tim marching band yang semakin solid dan mampu bersaing dengan tim-tim unggulan dari kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Selatan. Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya dunia usaha dan BUMN yang ada di Kabupaten OKU, dapat semakin diperkuat.
“Di Kabupaten OKU, Baturaja, ada BUMN kebanggaan, yaitu PT Semen Baturaja. Jika perusahaan ini memiliki komitmen, menjadi harapan agar pengembangan marching band di Kabupaten OKU mendapat dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Dengan demikian, prestasi Gita Bahana Tanzania dapat terus berkembang dan membawa nama baik Kabupaten OKU di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.