BATURAJA, OKU – Sebanyak 288 murid baru SMAN 2 Ogan Komering Ulu (OKU) resmi menyelesaikan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 yang dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema "MPLS Ramah 2026" ini merupakan agenda wajib bagi peserta didik baru sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 sebagai tahapan awal dalam mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter positif sebelum memasuki proses pembelajaran tahun ajaran 2026/2027.
Sebanyak 288 peserta didik baru yang mengikuti MPLS tersebut merupakan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui berbagai jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan jalur prestasi. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan sekolah baru sekaligus mengenal tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai fasilitas yang dimiliki SMAN 2 OKU.
Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 berlangsung melalui kolaborasi antara dewan guru dan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Selama lima hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia, Pagi Ceria, etika dan sopan santun dalam bermedia sosial, serta pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S).
Kepala SMAN 2 OKU, Agus Sudiana, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini benar-benar mengedepankan prinsip ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan intimidatif. Menurutnya, kegiatan MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum penting untuk membangun kesan pertama yang positif bagi peserta didik baru agar tumbuh rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 OKU.
"MPLS adalah fase adaptasi bagi peserta didik baru. Jangan sampai ada kesan negatif sekolah yang tertanam dalam anak-anak. Suasana harus informatif dan penuh kekeluargaan," ujar Agus Sudiana. Ia menambahkan bahwa hubungan antara kakak kelas dan adik kelas selama MPLS diarahkan sebagai bentuk saling menghormati dan saling mendukung, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif.
Selain pengenalan budaya sekolah, kegiatan MPLS juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi berbagai program unggulan yang dimiliki SMAN 2 OKU. Para siswa diperkenalkan dengan sistem Full Day School, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, tata tertib sekolah, hingga berbagai program pembinaan karakter dan prestasi yang selama ini menjadi ciri khas sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan memahami seluruh aktivitas yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMAN 2 OKU.
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi demonstrasi berbagai unit kegiatan ekstrakurikuler (ekskul). Lebih dari 25 cabang ekstrakurikuler diperkenalkan melalui penampilan atraktif dari masing-
masing komunitas, mulai dari olahraga, seni budaya, musik, paskibra, pramuka, PMR, hingga teatrikal dan yel-yel kreatif. Penampilan tersebut disambut antusias oleh para siswa baru karena memberikan gambaran nyata mengenai wadah pengembangan minat, bakat, kreativitas, serta prestasi yang dapat mereka pilih sesuai potensi masing-masing.
Secara terpisah, Pembina OSIS Ferri Setiawan menjelaskan bahwa keterlibatan Pengurus OSIS dan siswa senior dalam MPLS bertujuan memberikan contoh kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada peserta didik baru. Menurutnya, organisasi kesiswaan di SMAN 2 OKU menjadi wadah penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Dengan berakhirnya rangkaian MPLS Ramah 2026, sebanyak 288 murid baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 OKU dan diharapkan mampu melanjutkan tradisi prestasi sekolah melalui semangat belajar, disiplin, serta aktif dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah.
Redaksi: teratainews (endang)