Pengesahan 260 Warga Baru PSHT Cabang OKU Pusat Madiun Tahun 2026 -->

Pengesahan 260 Warga Baru PSHT Cabang OKU Pusat Madiun Tahun 2026

21 Juni 2026

BATURAJA, TERATAINEWS.ID – Sebanyak 260 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ogan Komering Ulu (OKU) Pusat Madiun secara resmi disahkan menjadi warga tingkat I. Prosesi pengesahan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Padepokan PSHT Batumarta Blok G Unit II, Desa Martajaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU, pada Sabtu (20/06/2026). Acara ini mengusung tema besar "Meneguhkan Jati Diri Setia Hati Terate untuk Memperkuat Solidaritas dan Memperkokoh Jiwa Nasionalisme" sebagai landasan utama pergerakan organisasi ke depan.
Rangkaian acara sakral ini diawali secara khusyuk dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema di seluruh ruangan, kemudian dilanjutkan dengan lantunan Mars PSHT yang membakar semangat para peserta. Guna mengetuk pintu berkah dan memohon kelancaran dari Tuhan Yang Maha Esa, acara diteruskan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

 Memasuki acara inti kedua, Kang Mas Totok Irawan memimpin pembacaan Muqodimah PSHT yang disimak secara khidmat oleh seluruh calon warga, lalu ditutup dengan pemanjatan doa bersama yang berlangsung penuh haru.
Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pejabat daerah Kabupaten OKU. Tampak hadir di lokasi di antaranya Ketua IPSI OKU Yoni Rusdianto, perwakilan Kesbangpol OKU, serta Bupati OKU yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bapak H. Hasan HD, S.Sos, M.Si. Selain itu, unsur TNI-Polri juga turut mengawal jalannya acara, yang dihadiri oleh perwakilan Bareskrim Budiono, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Lubuk Raja, berdampingan dengan jajaran Ketua Ranting, Pengurus Komisariat, dan tim pelatih PSHT se-Cabang OKU.

Dalam sambutannya, Ketua PSHT Cabang OKU, Kang Mas Eko Deddy Sri Wahyudi, memberikan pesan mendalam kepada ratusan warga baru. Beliau mengajak seluruh anggota untuk senantiasa menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjaga kehormatan dan marwah organisasi PSHT di tengah masyarakat. "Kita harus berada dalam satu komando untuk menjaga kenyamanan masyarakat serta ketertiban. Warga PSHT juga wajib mengaplikasikan hasil latihan dengan ikut tampil menjaga kondusivitas wilayah OKU, melestarikan budaya asli bangsa, dan selalu menjaga marwah persaudaraan," tegas Kang Mas Eko dalam pidatonya.
Selanjutnya, giliran sambutan dari Ketua Umum PSHT Pusat Madiun yang dibacakan langsung oleh Kang Mas Sujarwo selaku perwakilan pusat. Dalam amanat tertulis tersebut, ditegaskan kembali nilai-nilai luhur persaudaraan yang melintasi sekat perbedaan. Di akhir pembacaan sambutan, Kang Mas Sujarwo membakar semangat seluruh hadirin dengan mengumandangkan falsafah abadi organisasi: "Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni oleh manusia, selama itu pula PSHT akan jaya selama-lamanya."
Bupati Ogan Komering Ulu yang diwakili oleh Asisten II, H. Hasan HD, S.Sos, M.Si, turut menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dari Bupati karena berhalangan hadir secara langsung akibat adanya agenda dinas yang tidak dapat ditinggalkan. Namun, dalam teks sambutan yang dibacakannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kontribusi positif PSHT di wilayah OKU. Beliau menegaskan bahwa pengesahan warga baru ini bukanlah sekadar tradisi organisasi tahunan atau seremoni profesi belaka, melainkan sebuah momentum sakral yang menandai perpindahan tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai luhur yang mengakar di dalamnya.
Pemerintah Kabupaten OKU juga sangat memahami bahwa untuk bisa berdiri di titik pengesahan ini, para calon warga telah melatih fisik dan mental mereka melalui proses yang sangat panjang dan penuh kedisiplinan. "Berbagai macam latihan fisik telah dilakukan, berbagai ujian telah dihadapi, dan berbagai pembelajaran tentang makna sejati persaudaraan telah ditanamkan. Oleh karena itu, saya ucapkan selamat kepada seluruh warga baru. Pengesahan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk menjadi manusia yang lebih baik, menjadi warga negara yang mampu menjaga sikap serta perilaku di mana pun berada sebagai bagian dari komunitas yang memiliki sejarah panjang bagi bangsa," ujar H. Hasan menyampaikan pesan Bupati.
Menjelang akhir prosesi ritual, suasana padepokan semakin sakral saat Kang Mas Budi Hartono memberikan penjelasan mendalam mengenai makna filosofis dari
delapan tumpeng yang disajikan di hadapan para tamu undangan dan dewan pengesah lintas kabupaten—termasuk dewan pengesah dari OKU, OKU Timur (OKUT), OKU Selatan (OKUS), dan Lahat. Seluruh rangkaian upacara pengesahan yang berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif ini akhirnya resmi ditutup dengan menyanyikan Himne Persaudaraan Setia Hati Terate secara bersama-sama, yang kemudian disambung dengan pembacaan falsafah Setia Hati Terate sebagai pedoman hidup warga baru dalam bermasyarakat.