BATURAJA TIMUR – Warga Jalan Akmal Bukit Kecil, Gang Patrajaya, RT 21 / RW 06, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak gempar. Pada Rabu pagi, 20 Mei 2026, sebuah insiden mengerikan terjadi ketika seorang pria setempat nekat membakar rumahnya sendiri. Tidak berhenti sampai di situ, pria tersebut juga melakukan aksi nekat dengan mencoba mengakhiri hidupnya di tengah kobaran api yang mulai melalap bangunan.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekira pukul 09.30 WIB, di mana situasi lingkungan yang awalnya tenang mendadak berubah menjadi kepanikan massal saat asap tebal mulai membubung dari salah satu rumah warga. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, pelaku pembakaran sekaligus korban dalam insiden ini diketahui bernama Pedi Malonda. Pria berusia 30 tahun yang tercatat belum memiliki pekerjaan menetap tersebut diduga kuat sedang mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Aksi nekat ini pertama kali dipicu oleh tindakan Sdr. Pedi Malonda yang secara sengaja menyulut api di dalam rumahnya sendiri. Berdasarkan pengakuan mengejutkan dari dirinya pasca-kejadian, ia memulai aksinya dengan cara mengumpulkan pakaian miliknya lalu membakarnya di dalam salah satu ruangan. Pakaian yang mudah terbakar tersebut dengan cepat memicu kobaran api, yang kemudian langsung menyambar material bangunan rumah hingga situasi menjadi tidak terkendali.
Melihat api yang kian membesar dan menjalar ke bagian rumah lainnya, Saudara Pedi Malonda bukannya menyelamatkan diri, melainkan justru mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Di tengah kepulan asap panas, ia mengambil sebilah parang yang berada di dalam rumah tersebut. Tanpa ragu, ia langsung mengarahkan senjata tajam itu ke lehernya sendiri dan menggoroknya hingga menyebabkan luka robek yang sangat parah.
Warga sekitar yang menyadari adanya kebakaran tersebut langsung bergerak cepat secara swadaya untuk memadamkan api agar tidak merembet ke pemukiman padat penduduk lainnya. Menggunakan peralatan seadanya, warga bahu-membahu menyiramkan air ke titik api. Namun, kepanikan warga berubah menjadi histeria saat mereka berhasil menerobos masuk ke dalam rumah dan mendapati kondisi pemilik rumah yang sangat mengenaskan.
Saat ditemukan oleh warga yang sedang mengevakuasi, Sdr. Pedi Malonda sudah dalam posisi terkapar dan berlumuran darah yang mengalir deras dari arah lehernya. Pemandangan mengerikan itu langsung membuat warga bergerak cepat untuk menyelamatkannya dari kepungan api yang masih menyala. Beruntung, nyawa pria berusia 30 tahun tersebut masih bisa diselamatkan meskipun kondisinya sudah sangat kritis akibat kehabisan banyak darah.
Melihat kondisi korban yang sekarat, warga setempat langsung mengevakuasi Sdr. Pedi Malonda keluar dari lokasi kebakaran dan segera melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja. Langkah cepat ini diambil agar korban segera mendapatkan penanganan medis darurat dari tim dokter, mengingat luka robek akibat senjata tajam di bagian leher merupakan area yang sangat vital.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat bersama unsur terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian perkara untuk memastikan motif seluruh tindakan korban. Sementara itu, fokus utama petugas saat ini adalah memastikan penanganan medis korban berjalan lancar serta memberikan pengamanan di sekitar tempat kejadian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan
TNews (Husin)