BATURAJA – Sebanyak 255 atlet Taekwondo Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dari berbagai jenjang pendidikan resmi mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) periode terbaru. Agenda besar yang melibatkan para pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut diselenggarakan secara terpusat di Dojang Taekwondo SMAN 5 OKU pada Minggu (24/5/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi ratusan taekwondoin lokal untuk membuktikan hasil latihan keras mereka selama beberapa bulan terakhir.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini berjalan dengan sangat khidmat dan disiplin. Pada pelaksanaan kali ini, jajaran pengurus mengusung tema yang visioner, yakni “Membentuk Atlet yang Tangguh, Berkarakter, dan Berprestasi Menuju Taekwondo Indonesia yang Unggul.” Tema tersebut diimplementasikan secara nyata di lapangan guna memastikan bahwa setiap atlet yang naik kelas tidak hanya matang secara fisik, melainkan juga memiliki kedalaman mental yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Secara teknis, UKT ini menempati posisi yang sangat vital dalam rantai jangka panjang proses pembinaan serta evaluasi berkala kemampuan para atlet di Kabupaten OKU. Sepanjang jalannya acara, seluruh peserta diwajibkan melewati serangkaian materi ujian yang komprehensif, mulai dari penguasaan teknik dasar (Kibon), jurus (Poomsae), teknik pertarungan (Kyorugi), pemecahan papan (Kyokpa), hingga penilaian aspek kedisiplinan serta ketahanan fisik sebagai syarat mutlak kelulusan dan kenaikan sabuk.
Ketua Taekwondo Indonesia Kabupaten OKU, M. Kurnia Shandy, S.H., dalam sambutan resminya menegaskan bahwa UKT diprogramkan secara konsisten maksimal hingga empat kali dalam setahun. Siklus rutin ini sengaja dipertahankan sebagai upaya berkesinambungan untuk menempa kedisiplinan dan memperkuat mental bertanding para atlet sejak dini. Menurutnya, konsistensi uji kompetensi seperti inilah yang membedakan antara seorang praktisi bela diri biasa dengan atlet profesional yang siap diterjunkan ke arena kejuaraan.
“Ikuti UKT ini dengan penuh keseriusan dan dedikasi. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial pergantian warna sabuk, melainkan bagian fundamental dari komitmen kita bersama dalam membentuk atlet yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi menuju Taekwondo Indonesia yang unggul,” ujar M. Kurnia Shandy, S.H. saat membakar semangat para peserta.
Lebih lanjut, Kurnia Shandy menjabarkan bahwa fokus pembinaan yang menyasar anak-anak usia sekolah merupakan langkah paling strategis untuk menciptakan aset atlet potensial jangka panjang. Pengkab Taekwondo OKU berkomitmen penuh untuk melahirkan generasi taekwondoin yang seimbang secara kualitas; mereka tidak hanya diproyeksikan untuk unggul dalam penguasaan teknik di atas matras, tetapi juga wajib menanamkan nilai-nilai sportivitas, rasa tanggung jawab, serta mentalitas seorang juara di kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan UKT ini juga terasa istimewa dan memiliki legitimasi yang kuat berkat kehadiran langsung Penguji Nasional, Master Alisan, yang didampingi oleh Sabem Nim Carli Junicef beserta seluruh jajaran pelatih dan pengurus inti Taekwondo Indonesia Kabupaten OKU. Kehadiran tim penguji kompeten di lokasi acara memastikan bahwa standardisasi dan penilaian kemampuan teknik para atlet berjalan objektif, transparan, serta tetap berkiblat pada regulasi resmi yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Di sisi lain, dukungan penuh juga mengalir dari pihak institusi pendidikan yang menjadi tempat pelaksanaan acara. Kepala SMAN 5 OKU sekaligus Pembina Taekwondo setempat, Ismakun R.W., M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengkab Taekwondo OKU atas amanah yang diberikan, di mana dalam dua tahun terakhir sekolahnya telah aktif berkontribusi menjadi ajang tempat latihan resmi yang produktif demi menyokong lahirnya talenta-talenta muda berbakat yang siap mengharumkan nama Bumi Sebimbing Sekundang di masa depan.
(TNews) HUSIN BASRAH