BATURAJA – Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ogan Komering Ulu (OKU) Pusat Madiun menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas daerah dengan menggelar audiensi resmi bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) OKU. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Kamis, 16 April 2026 ini, menjadi momentum penting bagi organisasi pencak silat legendaris tersebut untuk menyelaraskan visi dengan aparat penegak hukum demi menjaga keharmonisan di Bumi Sebimbing Sekundang.
Rombongan pengurus PSHT ini dipimpin langsung oleh Ketua Cabang PSHT OKU, Kang Mas Eko Deddy Sriwahyudi, yang didampingi secara khusus oleh Dewan Pertimbangan Cabang, Kang Mas Sujarwo. Kehadiran para tokoh kunci ini juga diikuti oleh jajaran pengurus inti dan perwakilan warga PSHT, yang disambut langsung dengan hangat oleh Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., beserta jajaran pejabat utama Polres di Mapolres OKU.
Dalam sesi dialog, Kang Mas Eko Deddy Sriwahyudi memaparkan secara historis mengenai eksistensi dan perkembangan organisasi PSHT di Kabupaten OKU yang telah berdiri tegak sejak tahun 1989. Penjelasan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran utuh kepada pihak kepolisian mengenai akar organisasi yang kuat dan jumlah massa yang signifikan, sehingga memerlukan koordinasi yang intensif agar potensi besar ini tetap berada pada jalur yang positif.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah membawa amanah organisasi untuk bersinergi secara total dengan Polri dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kang Mas Eko menegaskan bahwa PSHT memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing para anggotanya, terutama generasi muda, agar mampu membedakan hal baik dan buruk, serta menjadi warga negara yang patuh hukum di bawah binaan langsung kepolisian setempat.
Sebagai bentuk transparansi dan penguatan administrasi, dalam kesempatan tersebut PSHT OKU menyerahkan dokumen resmi struktur kepengurusan dari tingkat cabang hingga ke tingkat ranting di seluruh kecamatan se-Kabupaten OKU kepada Kapolres. Penyerahan berkas ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi memiliki manajemen yang jelas dan siap berkoordinasi secara struktural jika diperlukan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Di sisi lain, Dewan Pertimbangan Cabang, Kang Mas Sujarwo, memberikan penjelasan jujur terkait dinamika internal organisasi yang sempat mengalami ujian sejak tahun 2016-2017 hingga saat ini. Informasi mengenai adanya dinamika organisasi ini disampaikan secara terbuka kepada Kapolres agar pihak kepolisian memiliki pemahaman yang objektif dalam memetakan potensi gangguan serta tetap memandang PSHT sebagai organisasi sosial yang tidak memiliki pamrih selain berbuat baik.
Merespons hal tersebut, Kapolres OKU AKBP Endro aribowo.S.I.K.MAP menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif silaturahmi tersebut karena Polri menyadari tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Ia memandang PSHT bukan sekadar organisasi olahraga bela diri, melainkan mitra strategis atau stakeholder yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam tugas-tugas kepolisian di bidang pre-emtif dan preventif.
Menutup audiensi, Kapolres menegaskan bahwa semangat PSHT dan Polri sangat beririsan dalam hal membentuk masyarakat yang taat hukum dan mengerti tata kelola negara. Dengan terjalinnya komunikasi dua arah ini, diharapkan seluruh warga PSHT di OKU dapat terus berkontribusi positif sehingga tidak terjadi gesekan atau hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan seluruh masyarakat OKU.
(Humas PSHT OKU)