Jaga Marwah Organisasi, PSHT Cabang OKU Integrasikan Sistem Digital pada Ujian Kenaikan Tingkat -->

Jaga Marwah Organisasi, PSHT Cabang OKU Integrasikan Sistem Digital pada Ujian Kenaikan Tingkat

12 April 2026

BATURAJA – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ogan Komering Ulu (OKU) Pusat Madiun mengukir sejarah baru dalam perjalanan organisasinya di Bumi Sebimbing Sekundang. Pada Minggu, 12 April 2026, sebanyak 260 siswa secara serentak mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari sabuk hijau ke sabuk putih. Momentum ini menjadi sangat istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Cabang OKU, proses penilaian dan administrasi ujian dilaksanakan sepenuhnya berbasis digital melalui aplikasi khusus.
Kegiatan akbar ini dipusatkan di Padepokan PSHT Batumarta Unit II Blok G, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis untuk menampung ratusan peserta serta para penguji yang datang dari berbagai ranting dan komisariat. Sejak pagi hari, suasana padepokan telah dipenuhi oleh antusiasme para siswa yang bersiap menempuh tahapan terakhir sebelum mereka nantinya sah menjadi calon warga atau pendekar tingkat I.
Ketua Cabang PSHT OKU Pusat Madiun, Kang Mas Eko Deddy Sriwahyudi, hadir langsung untuk membuka sekaligus memantau jalannya ujian. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penerapan sistem digital ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya serius organisasi untuk meningkatkan transparansi, akurasi data, dan efisiensi dalam mengukur kemampuan fisik maupun materi kerohanian siswa. Digitalisasi ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan manual dalam penilaian yang selama ini dilakukan secara konvensional.

Di hadapan 260 peserta, Kang Mas Eko Deddy Sriwahyudi menyampaikan pesan mendalam mengenai tanggung jawab besar yang menyertai kenaikan tingkat ini. Beliau mengingatkan bahwa sabuk putih adalah simbol kesucian dan kematangan seorang siswa sebelum disahkan. Oleh karena itu, para siswa dituntut untuk melakukan transformasi perilaku yang nyata, menjadi pribadi yang berbudi luhur, memahami batasan antara benar dan salah, serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain aspek teknis, pimpinan cabang juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang seringkali memicu distorsi mengenai ajaran organisasi. Beliau menginstruksikan kepada seluruh calon sabuk putih agar tetap fokus pada arahan para pelatih dan tidak terprovokasi oleh dinamika luar. Penegasan ini bertujuan untuk menjaga marwah dan soliditas anggota agar tetap berpegang teguh pada prinsip Persaudaraan Setia Hati yang berpusat di Madiun sebagai kiblat organisasi yang sah.
Dewan Pertimbangan Cabang, Kang Mas Sujarwo, turut memberikan pembekalan spiritual dan mental kepada para peserta. Beliau menekankan bahwa kekuatan seorang pesilat bukan hanya terletak pada fisik, melainkan pada karakter. Para calon sabuk putih diminta untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Bakti dan Catur Bakti secara konsisten. Ajaran ini mencakup kewajiban fundamental bagi setiap anggota PSHT untuk berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua, serta guru dan pelatih yang telah membimbing mereka.

Lebih lanjut, Kang Mas Sujarwo menjelaskan bahwa Catur Bakti juga mencakup pengabdian tanpa pamrih kepada Nusa dan Bangsa. Dengan memegang teguh prinsip ini, setiap anggota PSHT diharapkan tidak hanya jago dalam seni beladiri, tetapi juga menjadi warga negara yang nasionalis dan berkontribusi positif bagi kemajuan daerah. Pesan ini menjadi pengingat keras agar identitas sebagai anggota PSHT harus selaras dengan kecintaan terhadap tanah air dan ketaatan pada norma hukum yang berlaku.

Pelaksanaan UKT ini dihadiri oleh jajaran pengurus lengkap Cabang OKU, mulai dari Sekretaris Cabang Ahmad Nury, Wakil Ketua I Mas Pulung Edi Susanto, hingga jajaran Dewan Pertimbangan seperti Kang Mas Budi Hartono dan Kang Mas Fajar Sukma. Kehadiran para tokoh penting ini, bersama para dewan pengesah dan seluruh ketua ranting se-Kabupaten OKU, menunjukkan dukungan penuh terhadap inovasi teknologi dalam organisasi. Acara ditutup dengan tertib, menandai babak baru bagi PSHT Cabang OKU yang kini semakin modern namun tetap religius dan berbudaya.

(HUMAS PSHT  OKU)