PALEMBANG —teratainews.id - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) secara resmi mengumumkan kesiapsiagaan penuh menghadapi puncak arus balik Lebaran 1447 H yang diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026. Berdasarkan data evaluasi hari kesembilan Operasi Ketupat Musi 2026, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho melalui jajarannya mengonfirmasi bahwa pergerakan masyarakat telah bergeser secara masif dari arus mudik menjadi arus balik. Indikator utamanya adalah penurunan drastis volume penumpang penyeberangan hingga 88 persen, dari angka 119 ribu menjadi hanya 14 ribu penumpang keberangkatan, yang menandakan fase kepulangan pemudik ke kota asal telah dimulai.
Kondisi arus lalu lintas di jalur darat, khususnya jalan tol, menjadi titik perhatian utama karena mencatatkan rekor volume kendaraan tertinggi sepanjang periode operasi. Ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung (Terpeka) mencatat lonjakan signifikan dengan total 14.179 kendaraan masuk dan 13.029 kendaraan keluar dalam satu hari. Selain itu, dinamika di Tol Kapal Betung dan Tol Betajam juga menunjukkan tren serupa, di mana jumlah kendaraan keluar lebih tinggi dibandingkan yang masuk, memberikan sinyal kuat bahwa arus kendaraan menuju arah Palembang dan Lampung sedang berada pada titik puncaknya.
Menyikapi lonjakan volume tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel telah mematangkan skenario rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way. Langkah ini diambil sebagai strategi extraordinary untuk mengurai kepadatan yang berpotensi terjadi di titik-titik krusial jalan tol maupun jalan lintas sumatera. Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan di lapangan untuk memastikan implementasi one way dapat dilakukan secara cepat dan efektif sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan (diskresi kepolisian).
Data pergerakan penumpang di moda transportasi lain juga memperkuat analisis kepolisian mengenai dimulainya arus balik. Di sektor kereta api, jumlah kedatangan penumpang mencapai 2.363 orang, melampaui jumlah keberangkatan yang tercatat sebanyak 1.831 orang. Sementara itu, mobilitas di terminal bus dan bandara terpantau stabil di angka 47 ribu penumpang harian. Pola pergerakan ini menjadi dasar bagi Polda Sumsel dalam menempatkan personel Satgas Kamseltibcarlantas di titik-titik simpul transportasi guna menjamin kelancaran arus keluar-masuk penumpang.
Di tengah upaya pengaturan lalu lintas, Polda Sumsel memberikan catatan merah terkait aspek keselamatan berkendara. Hingga hari keempat Lebaran, tercatat telah terjadi 14 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 4 korban meninggal dunia, 7 luka berat, dan 17 luka ringan. Munculnya kembali korban jiwa ini menjadi perhatian serius Kapolda Sumsel, mengingat sebelumnya angka fatalitas sempat nihil. Faktor kelelahan pengemudi diidentifikasi sebagai penyebab dominan dalam kecelakaan-kecelakaan fatal tersebut, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jarak jauh pada fase arus balik.
Sebagai langkah preventif, Satgas Preemtif dan Preventif Polda Sumsel terus menggenjot aktivitas di lapangan dengan total 158 kegiatan edukasi dan 136 kegiatan pengaturan lalu lintas. Angka ini merupakan intensitas tertinggi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. Kepolisian tidak hanya fokus pada kelancaran jalan, tetapi juga pada pengawasan terhadap fatigue point atau titik lelah pengemudi di sepanjang jalur lintas dan rest area, guna menekan risiko kecelakaan akibat kantuk atau kondisi fisik yang menurun.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam merencanakan perjalanan pulang. Pemudik sangat disarankan untuk menghindari keberangkatan pada waktu puncak yakni 24 Maret untuk mengurangi risiko terjebak kemacetan panjang. Selain itu, kesiapan teknis seperti kecukupan saldo kartu tol dan kondisi fisik kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi terkini melalui saluran resmi dan tidak segan menghubungi layanan 110 jika memerlukan bantuan darurat di perjalanan.
Menutup rilis resminya, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk mengawal arus balik hingga tuntas melalui sistem Early Warning System (EWS). Seluruh Polres jajaran telah diperintahkan untuk memperkuat personil di pos pengamanan dan pos pelayanan hingga masa operasi berakhir. Dengan sinergi antara kesiapan petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, Polda Sumsel optimis arus balik Lebaran 1447 H tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan meminimalisir angka kecelakaan di wilayah Sumatera Selatan.
(Tnews)