PALEMBANG – teratainews.id-Aksi pencurian dengan kekerasan yang mencekam menimpa sebuah gerai Indomaret yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Lubuk Bakung, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang. Peristiwa kriminal ini terjadi pada Kamis malam, tepatnya tanggal 5 Maret 2026, sekitar pukul 22.54 WIB. Situasi di sekitar lokasi kejadian saat itu sebenarnya sudah mulai sepi karena gerai minimarket tersebut baru saja menutup pintu operasional bagi pelanggan umum.
Dua orang pria asing yang diduga kuat membekali diri dengan senjata api nekat menyatroni toko saat aktivitas administrasi penutupan sedang berlangsung. Ketegangan memuncak ketika para pelaku secara tiba-tiba muncul dari dalam area gudang toko, sebuah indikasi kuat bahwa mereka kemungkinan besar telah memantau situasi atau menyusup ke dalam sebelum seluruh pintu gerai dikunci rapat oleh karyawan. Kemunculan yang mendadak ini membuat para saksi di lokasi tidak sempat melakukan tindakan preventif.
Korban utama dalam kejadian ini adalah seorang kasir berinisial S.R., yang saat itu masih berada di area meja kasir untuk menyelesaikan laporan keuangan harian. Berdasarkan keterangan di lapangan, salah satu pelaku langsung mencabut sebuah benda yang diduga senjata api genggam berwarna hitam dan menodongkannya tepat ke arah S.R. Ancaman maut tersebut seketika melumpuhkan mental korban, membuatnya tidak berkutik dan terpaksa menuruti setiap instruksi pelaku demi menyelamatkan nyawanya.
Di bawah todongan senjata yang sangat mengintimidasi, pelaku memerintahkan S.R. untuk tetap diam dan tidak melakukan perlawanan sedikit pun. Sementara satu pelaku bertugas mengawasi situasi dan mengancam korban, pelaku lainnya dengan sigap menguras seluruh uang tunai yang tersimpan di dalam laci meja kasir. Suasana semakin mencekam saat para perampok merasa hasil dari laci kasir belum cukup, sehingga mereka mulai mengincar penyimpanan utama yang berada di bagian lain gedung.
Ketegangan berlanjut ketika para pelaku memaksa korban untuk menunjukkan lokasi brankas yang terletak di lantai dua gedung tersebut. Karena merasa terpojok dan sangat ketakutan akan ancaman ditembak, korban beserta saksi lainnya akhirnya menunjukkan letak brankas utama. Di sana, kawanan perampok ini kembali mengambil sejumlah besar uang hingga total kerugian yang diderita pihak Indomaret mencapai angka Rp16 juta, sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan resmi yang kini terdaftar dengan nomor LP/B/343/III/2026/SPKT/Polda Sumsel. Penyidik dari Polda Sumatera Selatan telah mengambil alih penanganan kasus ini sepenuhnya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sebagai langkah awal, tim identifikasi telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari berbagai sudut gerai guna melacak profil wajah, gerak-gerik pelaku, serta mengidentifikasi nomor polisi kendaraan yang digunakan saat melarikan diri.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi kejahatan yang menggunakan senjata api dan mengancam keselamatan warga. Beliau menyatakan bahwa tim khusus sedang melakukan pengejaran intensif dan terus mengumpulkan bukti-bukti penguat dari keterangan saksi-saksi kunci. Identitas para pelaku kini tengah diperdalam melalui analisis digital forensik terhadap rekaman video yang tersedia.
Sebagai penutup, Polda Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku atau melihat kendaraan mencurigakan untuk segera melapor melalui layanan kepolisian terdekat. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan hingga tuntas dan para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penangkapan ini menjadi prioritas utama pihak berwajib guna mengembalikan rasa aman bagi para pelaku usaha dan warga di seluruh wilayah Kota Palembang
Redaksi: TNews (Husin)