Diduga Panik Saat Belajar Menyetir, Mobil Toyota Calya Hantam Kerumunan Warga di Desa Karya Mukti" -->

Diduga Panik Saat Belajar Menyetir, Mobil Toyota Calya Hantam Kerumunan Warga di Desa Karya Mukti"

14 Maret 2026

BATUMARTA – teratainews.id-Tragedi memilukan mewarnai suasana menjelang berbuka puasa di jalan poros Desa Karya Mukti, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, sebuah kecelakaan lalu lintas maut terjadi tepat di depan leasing AKB. Insiden ini melibatkan satu unit mobil Toyota Calya berwarna putih dengan nomor polisi BE 1483 KP yang menghantam motor dan kerumunan warga di pinggir jalan yang sedang berburu takjil.
​Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian seorang remaja perempuan yang mengemudikan mobil tersebut. Pelaku diketahui masih dalam tahap belajar menyetir sehingga belum memiliki stabilitas dan kematangan dalam mengendalikan kendaraan di jalan raya. Mobil tersebut merupakan milik orang tuanya, Pak Qori, warga Desa Karya Mukti Teran 14 Batumarta, yang tampak sangat panik dan terpukul saat mendatangi lokasi sesaat setelah kejadian berlangsung.

​Kronologi bermula ketika mobil yang dikemudikan remaja tersebut menyerempet sebuah sepeda motor milik Duwi (34), warga Unit 12 Blok H4. Teriakan spontan dari warga sekitar yang melihat senggolan tersebut ternyata membuat pengemudi panik luar biasa. Bukannya menginjak rem, remaja tersebut diduga justru menginjak pedal gas secara dalam hingga mobil melaju tak terkendali (tancap gas) dan oleng ke arah kiri jalan yang sedang ramai aktivitas warga.
​Dalam kondisi hilang kendali, mobil tersebut menghantam dengan keras sepeda motor yang dikendarai oleh Sadirah (57) beserta istrinya. 
Laju kendaraan belum berhenti di situ; mobil terus meluncur hingga menghantam warung milik Iis (23) di Blok H4 dan warung Mak Kadiok (56) di Unit 12 Blok H1. Sejumlah pembeli yang sedang mengantre di warung-warung tersebut pun tidak sempat menyelamatkan diri dan turut menjadi korban hantaman mobil.

​Dampak dari kecelakaan beruntun ini sangat fatal. Seorang korban bernama Sadirah (57) dilaporkan meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka pecah pada bagian kepala dan patah tulang tangan. Sementara itu, istrinya mengalami luka serius berupa patah tulang kaki. Keadaan tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, mengingat peristiwa terjadi di waktu yang seharusnya menjadi momen berkumpul keluarga menjelang buka puasa.
​Selain korban jiwa, beberapa warga lainnya mengalami luka berat. Fitri (33) dilaporkan mengalami patah kaki sebelah kanan, disusul oleh Ibu Husnul (52) yang juga menderita patah kaki. Korban lainnya termasuk Mak Kadiok (57) dan seorang anak kecil bernama Seza (7) yang mengalami cedera akibat hantaman kendaraan. Pihak medis menyebutkan masih ada kemungkinan jumlah korban bertambah karena identifikasi terhadap warga lain yang berada di lokasi masih terus dilakukan.
​Sesaat setelah kejadian, para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Desa Karya Mukti untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena luka yang dialami cukup kritis, dua korban dengan luka paling serius langsung dirujuk ke rumah sakit di Kota Baturaja menggunakan ambulans puskesmas setempat. Sementara itu, korban dengan luka ringan masih menjalani perawatan intensif dan observasi di puskesmas desa untuk memulihkan kondisi fisik maupun trauma mereka.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat telah tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa mobil Toyota Calya tersebut. Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk menentukan status hukum pengemudi dan pemilik kendaraan. Polisi juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib, sembari mengingatkan orang tua agar tidak mengizinkan anak yang belum mahir untuk mengemudi di jalan umum.

Red(azuar)