Banjir Baturaja Timur: Pemkab dan Polres OKU Gerak Cepat Bantu 22 KK Terdampak -->

Banjir Baturaja Timur: Pemkab dan Polres OKU Gerak Cepat Bantu 22 KK Terdampak

30 Maret 2026

BATURAJA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) OKU bergerak cepat menanggapi musibah banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Baturaja Timur. Pada Senin siang, 30 Maret 2026, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga sekaligus menyalurkan paket bantuan sosial. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian negara dan upaya meringankan beban ekonomi masyarakat yang aktivitasnya lumpuh akibat genangan air yang tak kunjung surut.
Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati OKU, Ir. H. Marjito Bachri, S.T., dan Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P. Kehadiran dua pucuk pimpinan ini didampingi oleh pejabat utama lainnya, termasuk Waka Polres OKU Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., serta para kepala satuan seperti Kasat Intelkam, Kasat Samapta, dan Kapolsek Baturaja Timur. Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan bencana di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang.

​Penyaluran bantuan dipusatkan di RT 03 RW 03 Taman Sari II, Kelurahan Sukaraya, sekitar pukul 15.00 WIB. Selain Kelurahan Sukaraya, cakupan pemantauan dan pemberian bantuan juga menyasar daerah terdampak lainnya seperti Desa Air Paoh (Dusun 7) dan Jalan Pancur di Desa Tanjung Baru. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan basis data laporan kebencanaan yang menunjukkan tingkat kerawanan dan dampak kerugian material paling tinggi di wilayah Baturaja Timur.
​Berdasarkan hasil monitoring di lokasi,
 kondisi banjir terpantau masih cukup memprihatinkan dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter atau sepinggang orang dewasa. Luapan air tidak hanya merendam 19 rumah warga yang dihuni oleh 22 Kepala Keluarga (KK), tetapi juga melumpuhkan fasilitas pendidikan yakni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif serta mengganggu akses jalan di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur.

 Genangan yang tinggi ini memaksa warga untuk membatasi mobilitas dan sangat bergantung pada bantuan logistik.
​Adapun paket bantuan yang diserahkan berasal dari tiga instansi berbeda dengan jenis yang beragam. Polres OKU memberikan dukungan berupa 30 karung beras, 20 dus mi instan, dan 15 karpet telur ayam. Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten OKU menyalurkan 19 paket sembako lengkap yang berisi beras 10 kg, mi goreng, minyak goreng, gula, susu, sarden, tepung terigu, hingga air mineral dan biskuit guna memastikan kecukupan nutrisi warga selama masa darurat.
​Tidak hanya kebutuhan pangan, aspek kesehatan dan kebersihan warga juga menjadi prioritas melalui bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU. Sebanyak 19 box Higiene Kid diserahkan, yang di dalamnya terdapat perlengkapan dewasa seperti matras, selimut, dan alat pembersih, serta perlengkapan khusus bayi seperti bedak, sampo, dan sabun cair bayi. Pemberian perlengkapan ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya yang sering muncul saat bencana banjir.

​Proses penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis namun tetap menyentuh langsung para korban, di antaranya Bapak Sofian Erlis, Komarudin, dan belasan warga lainnya yang terdata di Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh. Wakil Bupati dan Kapolres menyempatkan diri berdialog singkat dengan warga untuk memberikan penguatan moral. Kehadiran dinas teknis seperti Dinas PU dan Camat Baturaja Timur di lokasi juga dimaksudkan untuk mengkaji langkah teknis penanganan air agar genangan dapat segera surut.

​Seluruh rangkaian kegiatan pemberian bansos ini berakhir pada pukul 16.00 WIB dengan situasi yang sangat kondusif dan terkendali. Meskipun suasana duka akibat bencana masih menyelimuti, warga menyambut baik bantuan yang diberikan sebagai penyambung hidup di tengah kondisi sulit. Pemerintah Kabupaten OKU berkomitmen untuk terus memantau perkembangan debit air dan memastikan keamanan serta ketersediaan logistik warga hingga situasi benar-benar kembali normal